Postingan

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM INTERCROPPING YANG DAPAT DITERAPKAN PADA KABBAS DAN BAWANG

  EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM INTERCROPPING YANG DAPAT  DITERAPKAN PADA KABBAS DAN BAWANG         Di zaman modern ini, perkembangan dunia pertanian juga semakin meningkat. Berbagai penelitian telah  menghasilkan pola tanam yang dapat diterapkan dalam kehidupan, antara lain monokultur dan polikultur.  Monokultur adalah pertanian dengan menanam tanaman sejenis sedangkan polikultur adalah pola pertanian  dengan banyak jenis tanaman dalam satu petak lahan yang disusun dan direncanakan dengan menerapkan aspek  lingkungan yang baik. Sistem tumpang sari adalah menanam dua atau lebih jenis tanaman pada satu petak lahan  pada waktu yang bersamaan (Andrews dan Kassam, 1979 dalam Suwena, 2002). Jenis tanaman yang tumbuh  bersama dalam sistem tumpang sari berinteraksi dan saling mempengaruhi.        Hubungan antar spesies tanaman yang tumbuh bersama dalam sistem tumpang sari dapat menguntung...

KEJU SEBAGAI PRODUK DIBIDANG BIOLOGI

  KEJU SEBAGAI PRODUK DIBIDANG BIOLOGI Keju adalah salah satu produk biologi di bidang makanan. Keju adalah produk pangan olahan yang dibuat dari dadih susu. Dadih berasal dari penggumpalan bagian kasein dari susu dan susu skim. Bakteri yang berperan dalam fermentasi susu dan produksi berbagai jenis keju adalah Lactococcus lactis. Di Indonesia sendiri banyak brand keju yang terkenal diantaranya adalah Kraft Cheddar, Diamond Dairy Land Cheddar Easy Grated, Diamond Keju Cheddar dan masih banyak lagi. Proses pembuatan keju relatif mudah dan murah. Menurut Sari et al. (2014) proses pembentukan keju meliputi 5 langkah proses penting, yaitu pengasaman, koagulasi protein, dehidrasi, pembentukan atau pemotongan, dan penggaraman. Proses pengasaman yaitu penurunan pH dengan cara meningkatkan kandungan asam pada susu. Proses ini dilakukan dengan penambahan mikroba atau asam organik. Mikroba yang paling banyak digunakan sebagai stater keju adalah kelompok bakteri asam laktat (Mulyani et ...

MENGGANTI PESTISIDA KIMIA DENGAN PESTISIDA NABATI

  Penggunaan berbagai jenis pestisida kimia sintesis semakin meningkat dikalangan petani. Penggunaan yang berlebih dan kurang bijaksana akan menimbulkan dampak negatif mulai dari terjadi resistensi hama utama, terbunuhnya parasit dan predator, residu pada bahan makanan, berbahaya pada pemakai hingga pencemaran lingkungan. WHO memperkirakan setiap tahunnya 20.000 orang meninggal akibat pencemaran lingkungan dari penggunaan pestisida sintesis, serta 5.000-10.000 orang lainnya mengalami dampak yang sangat fatal. Oleh sebab itu, masyarakat dunia harus mempunyai sebuah terobosan untuk mengatasi hal ini salah satunya dengan menggunakan keanekaragaman hayati. Intensifikasi konvensional tampaknya menjadi pilihan yang paling mungkin, tetapi ada alternatif lain dan teknik baru yang disebut sebagai intensifikasi ekologis. Intensifikasi ekologi menggunakan layanan yang disediakan oleh alam untuk menguntungkan petani, contohnya seperti memasukkan habitat semi alami ke dalam pertanian untuk ...